Sebelumnya, Boeing melarang terbang seluruh armada pesawat 737 MAX setelah penyelidik menemukan bukti baru di lokasi jatuhnya Ethiopian Airlines. Pabrikan pesawat tersebut juga merilis pemutakhiran perangkat lunak yang disebut-sebut terkait dengan jatuhnya dua pesawat dalam rentang lima bulan.
Pihak penyidik memusatkan pada sistem Manoeuvring Characteristics Augmentation System (MCAS) perangkat yang berfungsi mencegah pilot menaikkan hidung pesawat terlalu tinggi dengan cara menukikkan pesawat secara otomatis.
Dalam kasus Lion Air JT610, MACS tidak bekerja dengan baik sehingga setiap kali pilot menaikkan hidung pesawat, MCAS aktif kembali dan menurunkan hidung pesawat.
"Nanti FAA memberikan suatu rekomendasi bahwa dari klarifikasinya itu, apa yang harus diperbaiki. Apa yang harus ditambahkan, prosedur apa yang ditempuh, hardware apa yang harus diganti, software apa yang harus diganti, pelatihan apa yang harus dilakukan, ini akan kami bahas," tuturnya.