Rasio Pajak Rendah Bukan Berarti Anggaran Bocor

Isna Rifka Sri Rahayu
Kementerian Keuangan menyatakan, rasio pajak bukan alat ukur yang tepat untuk melihat kebocoran anggaran. (Foto: ilustras/Ant)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Keuangan menyatakan rasio pajak (tax ratio) bukan alat yang tepat untuk menghitung kebocoran anggaran negara. Pernyataan ini merespons tudingan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto soal rendahnya rasio pajak sebagai salah satu indikasi adanya kebocoran.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Nufransa Wira Sakti mengatakan, rasio pajak adalah perbandingan antara penerimaan negara dari sektor perpajakan dengan Produk Domestik Bruto (PDB). Rasio ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kebijakan perpajakan, pengecualian pajak, dan kemungkinan terjadinya pidana pajak seperti penghindaran dan penggelapan pajak.

"Tax ratio menurun sebagai bentuk kebocoran anggaran jelas keliru, terlalu menyederhanakan masalah dan dapat menyesatkan masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (10/2/2019).

Lebih lanjut dia mengatakan, rasio pajak juga menggambarkan mengenai tingkat kepatuhan pajak yang dipengaruhi oleh pendidikan dan pemahaman pajak dari masyarakat serta budaya kepatuhan pajak, termasuk sistem penegakan hukum.

Pria yang akrab disapa Frans itu pun menilai, selain alat mengumpulkan penerimaan, pajak juga berfungsi sebagai instrumen fiskal untuk mengelola ekonomi. Angka rasio pajak bisa naik atau turun seiring dengan kegiatan ekonomi yang diukur dengan PDB.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
5 hari lalu

Prabowo Bahas Kebocoran Anggaran saat Bertemu Tokoh Oposisi

Nasional
9 hari lalu

Purbaya bakal Evaluasi Seluruh Program Pemerintah Imbas Defisit APBN Tembus 2,92 Persen

Nasional
9 hari lalu

Purbaya Ancam bakal Copot Pejabat Bea Cukai Selain Dirjen, Ini Alasannya

Makro
10 hari lalu

ORI029 Resmi Diluncurkan, Kemenkeu Bidik Dana Segar Rp25 Triliun untuk Perkuat APBN

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal