Menurutnya, pembangunan kabel jaringan transmisi bawah laut tersebut menelan investasi sebesar Rp1,5 triliun. Untuk mendukung distribusi listrik dari jaringan transmisi tersebut PLN juga akan membangun gardu induk Tanjung Api-api dan gardu induk Muntok.
"Kita sudah siapkan gardu induk Tanjung Api-api dan Muntok untuk mendukung distribusi," ujarnya.
Sementara, General Manager PLN wilayah Bangka Belitung Susiana Mutia mengakui BPP di Babel masih tinggi. Hal itu lantaran sebagian besar pembangkit di Babel merupakan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sehingga biaya operasi mahal karena menggunakan bahan bakar minyak.
Untuk harga jual listrik di Babel sebesar Rp1.212 per kilowatt hour (kWh) semantara untuk BPP sebesar Rp2.636 per kWh. Pihaknya optimistis dengan adanya tol listrik, nantinya bisa lebih efisien karena bisa di pasok dari Sumatera yang sebagian besar pembangkitnya dari batubara atau pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
"Dibanding diesel, PLTU harganya lebih murah. Nantinya PLTD di Babel akan digantikan pasokan listriknya dengan PLTU," ucapnya.