Pertumbuhan Ekonomi Semester II 2024 Diprediksi Melandai, Ekonom Sarankan Ini ke BI

Suparjo Ramalan
Pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda optimisme bangkit, mulai dari stabilitas ekonomi hingga penyaluran kredit tumbuh positif. (Foto: Ilustrasi/Ist)

“BI punya dua instrumen utama yang sekarang ini digunakan oleh BI untuk mengatur likuiditas dalam rangka menjamin stabilitas. Pertama, suku bunga, suku bunga dinaikkan, tetapi disisi lain Bank Indonesia itu juga yang seperti saya jelaskan sebelumnya melakukan operasi moneter yang menyerap likuiditas,” tuturnya

Sejak diterbitkan pada 17 September 2024, penerbitan SRBI telah mencapai Rp918,42 triliun. Piter memandang, hal yang menjadi persoalan saat ini adalah likuiditas negara masih ‘kering’ alias menipis. 

Menurutnya, jumlah uang beredar saat ini masih di bawah pertumbuhan ekonomi, karena itu harus diwaspadai. 

“Jadi pertumbuhan sederhananya gini, kalau pertumbuhan jumlah uang beredar di bawah pertumbuhan ekonomi itu uda gak wajar karena uang dibutuhkan untuk membiayai ekonomi,” kata dia. 

“Ketika ekonominya sendirinya tidak cukup dibiayai oleh jumlah uang, pertumbuhan uangnya itu kondisinya pasti tidak sehat. Dampak keringnya likuiditas adalah suku bunga tetap tinggi,” ujarnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rupiah Anjlok Sentuh Rp18.000 per Dolar AS Hari Ini, BI Ungkap Penyebabnya

57 tahun lalu

Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.966 per Dolar AS

57 tahun lalu

Desa BRILiaN Ketapanrame, Wujud Nyata Pemberdayaan Desa Berkelanjutan

57 tahun lalu

Prabowo: Mari Kita Jujur, Apa Pertumbuhan Ekonomi Sudah Merata dan Adil?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal