"Kami pernah melakukan uji coba pelatih pariwisata pra kerja akhir tahun lalu di Belitung dan sudah ada program Prakerja yang terfasilitasi. Karena dari 2 ribu pelamar di Belitung hanya 8 yang bisa berbahasa Inggris," jelas Sandi.
Kemenparekraf juga melihat perlu program pelatihan berbasis pariwisata dan ekonomi kreatif selain seperti di KEK Tanjung Kelayang Belitung juga di desa-desa wisata untuk difasilitasi program Prakerja. Menteri Perekonomian dalam kesempatan itu menyanggupi dan memberikan tantangan agar data disampaikan sebelum 1 Maret. Sehingga industri pariwisata dan ekonomi kreatif masuk dalam program Prakerja.
"Kami juga meminta Menteri Perekonomian mempertimbangkan program bantuan start up modal untuk kolaborasi sektor-sektor ekonomi kreatif yang punya potensi untuk pandemic winner," kata Sandi.