Pajak di India Tinggi, Ekspor CPO RI Beralih ke Bangladesh

Antara
ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

Joko menyebut, ekspor CPO ke negara nontradisional dilakukan di tengah menurunnya ekspor ke negara-negara tujuan utama seperti China, India, Uni Eropa, dan AS.

Selain Bangladesh, kata dia, negara-negara Timur Tengah dan Pakistan menjadi pasar yang disasar. Kenaikan ekspor CPO ke Timur Tengah mencapai 39 persen dari 146.840 ton pada Maret 2018 menjadi 204,210 ton. Sementara ekspor ke Pakistan naik tipis 0,23 persen dari 162,930 ton menjadi 163,300 ton.

Menurut Joko, ada fenomena yang tidak lazim karena biasanya menjelang Ramadan, permintaan CPO dari India meningkat, tetapi kuartal pertama tahun 2018 ini justru sepi.

"Mungkin akibat pemberlakukan tarif impor tinggi oleh India. Ekspor minyak sawit Indonesia ke India tergerus sejak Maret 2018," kata dia.

Pada April, ekspor CPO Indonesia ke India tergerus 15 persen dari 408,65 ribu ton pada Maret 2018 menjadi 346,28 ribu ton. Ekspor CPO ke India periode Januari-April 2018 juga turun 24 persen dari 2,37 juta ton pada tahun lalu menjadi 1,8 juta ton.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

PT DKI Tetap Hukum Advokat Ariyanto 16 Tahun Penjara, Uang Pengganti Jadi Rp21 Miliar

57 tahun lalu

Satgas Pangan Endus Indikasi Kartel di Balik Harga TBS Sawit Anjlok

57 tahun lalu

Harga TBS Sawit Anjlok Signifikan, 300 Perusahaan bakal Diperiksa

57 tahun lalu

Kelangkaan Makin Parah! HET Minyakita Naik Bikin Konsumen Menjerit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal