Naikkan Suku Bunga, Tingkat Inflasi Korsel Cetak Angka Terendah

Ranto Rajagukguk
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Harga sayuran turun 14,6 persen pada November dari tahun sebelumnya karena peningkatan panen napa kubis dan lobak putih. Ini menandai penurunan tercepat sejak Agustus 2014, menurunkan inflasi utama secara keseluruhan sebesar 0,26 persen.

Harga produk perikanan naik 0,7 persen. Harga listrik, air ledeng dan gas alam turun 6,7 persen, mengangkat inflasi utama sebesar 0,28 persen. Harga minyak mentah yang lebih tinggi mengangkat banderol produk minyak, yang naik 8,2 persen pada November dari tahun lalu.

Dengan harga minyak yang lebih tinggi, harga barang industri naik 1,4 persen, mengangkat inflasi harga konsumen sebesar 0,46 persen. Harga layanan, termasuk sewa dan layanan publik serta swasta, meningkat 1,8 persen di bulan November, meningkatkan inflasi keseluruhan sebesar 1,02 persen.

Indeks harga pangan segar, yang mencerminkan sayuran segar dan buah, turun 2,5 persen. Sebab, harga sayuran segar turun 14,8 persen. Harga buah segar naik 6,6 persen.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Destinasi
15 jam lalu

Liburan ke Korea Selatan Makin Mudah, QRIS Bisa Dipakai Mulai April 2026!

Nasional
4 hari lalu

Kerja Pemerintah Pascabencana Berbuah Hasil: Inflasi di Aceh, Sumut dan Sumbar Berbalik Deflasi

Bisnis
6 hari lalu

Ekonom Ungkap Inflasi Januari 2026 Bukan Dipicu Lonjakan Harga, Ini Penjelasannya

Nasional
6 hari lalu

RI Deflasi 0,15 Persen di Januari 2026 gegara Makanan-Minuman dan Tembakau

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal