Merugi, Perpadi Minta Pemerintah Telusuri Beras Impor 300 Ton

Ferdi Rantung
Perpadi meminta pemerintah untuk menelusuri 300 ton beras impor murah yang masuk pasar induk Cipinang, Jakarta. (Foto: SINDO)

JAKARTA, iNews.id - Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) meminta pemerintah untuk menelusuri 300 ton beras impor murah yang masuk pasar induk Cipinang, Jakarta. Sebab, keberadaan beras tersebut sangat merugikan.  

“Kami mengharapkan pemerintah bisa menelusuri beras tersebut agar kami tidak dirugikan," kata Ketua Umum Perpadi Sutarto Alimoeso dalam Market Review IDX Channel, Jumat (15/1/2021)

Dia menjelaskan, saat ini kondisi beras nasional sedang surplus dan harga beras cukup stabil. Dengan begitu, tidak diperlukan lagi adanya impor beras.

"Kondisi beras kita sedang surplus dan harga beras stabil," ujarnya.

Dia meminta, ada satuan tugas (satgas) pangan yang bergerak cepat. Pasalnya, ini kondisi di pasar beras sedang lesu karena banyaknya bantuan sosial selama pandemi Covid -19.

"Karena banyaknya bansos, pasar cenderung lesu. Saya pikir satgas akan turun," ucapnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jangan Panik! Ebola Tidak Gampang Menular seperti Covid-19

57 tahun lalu

KUR BRI Bantu Warung Asep Bangkit Lagi, Jadi Penyelamat saat Usaha Terpuruk

57 tahun lalu

Thailand Temukan Varian Baru Virus Corona, Berbahayakah?

57 tahun lalu

Puan Minta Pemerintah Tak Anggap Sepele Hantavirus, Jangan Sampai Terulang Seperti Covid-19

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal