Kementerian PUPR Butuh Tenaga Kerja Konstruksi Bersertifikat, Ini Perinciannya

Giri Hartomo
Kebutuhan tenaga kerja konstruksi untuk pembangunan infrastruktur sangat besar setiap tahunya. (Foto: Okezone)

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, ada beberapa langkah yang disiapkan pemerintah. Dari sisi kuantitas dengan melakukan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi pada level tingkatan. Kerjasama yang dimaksud ini bahkan sudah mencakup yang sifatnya spesialis hingga superspesialis. 

"Ini tidak lain bagaimana upaya kita untuk menambah tenaga kerja konstruksi yang nantinya akan bekerja di lapangan. Dan diharapkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan," tuturnya. 

Selanjutnya, Kementerian PUPR juga melakukan kolaborasi dengan Badan Usaha Jasa Konstruksi (BUJK) nasional maupun asing. Langkah ini dilakukan untuk menjadikan beberapa paket kegiatan yang sekarang berlangsung yang dikerjakan BUJK nasional maupun asing ini sebagai training ground bagi tenaga kerja konstruksi. 

"Jadi kita memberikan kesempatan untuk magang kepada tenaga kerja konstruksi kita pada proyek-proyek yang sedang berjalan. Ke depan kita melakukan magang pada proyek-proyek pembangunan perumahan," kata Dewi. 

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo Pimpin Panen Raya Udang Vaname 75 Ton di Kebumen

57 tahun lalu

Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Tembus 92,67 Persen, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026

57 tahun lalu

Lulusan Program Magang Nasional Dapat Sertifikasi Kompetensi, Ini Manfaatnya

57 tahun lalu

Ekonomi RI Tumbuh Kuat 5,61 Persen, Komisi XI Ingatkan Kualitas Pertumbuhan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal