Ini Alasan Hipmi Minta Pemerintah Evaluasi Relaksasi DNI

Isna Rifka Sri Rahayu
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNews.id - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) memprotes kebijakan relaksasi daftar negatif investasi (DNI) dalam Paket Kebijakan Ekonomi ke-16. Pasalnya, kebijakan ini dapat mengancam usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Dalam relaksasi DNI tersebut, ada 54 bidang usaha yang akan direlaksasi atau dibuka untuk investor asing. Termasuk beberapa bidang usaha yang sebelumnya mewajibkan kemitraan dengan UMKM atau koperasi.

Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia mengatakan, kebijakan ini sama saja mendorong UMKM bersaing langsung dengan pelaku bisnis asing. Padahal kemampuan keduanya sangat jauh berbeda sehingga dapat membuat UMKM tidak dapat bertahan.

"Apa pun cerita di balik itu, kami minta untuk segera dilakukan evaluasi dengan harapan agar paket kebaijakan 16 khusus untuk DNI untuk belum disahkan. Ini penting agar menjadi bahan evaluasi," ujarnya di Mampang, Jakarta, Jumat (23/11/2018).

Menurut dia, dari sisi pendidikan pelaku UMKM dengan investor asing sudah tidak seimbang. Mayoritas pelaku UMKM merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) ke bawah sementara investor asing berpendidikan tinggi.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
5 hari lalu

Allana Abdullah Resmi Pimpin JCI Batavia, Fokus Globalkan UMKM dan Pengembangan SDM

Nasional
9 hari lalu

BGN: SPPG Tak Boleh Tolak Pasokan dari UMKM hingga Petani Kecil untuk MBG

Bisnis
12 hari lalu

Bukti UMKM Lokal Tumbuh, Merchant ShopeeFood Raih Shopee Super Awards 2025

Nasional
12 hari lalu

Masyarakat Mulai Tinggalkan Pinjaman Konvensional, Beralih ke Pindar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal