Inflasi AS di Februari Tembus 7,9 Persen, Level Tertinggi dalam 40 Tahun

Suparjo Ramalan
Inflasi AS di Februari tembus 7,9 persen, level tertinggi dalam 40 tahun. Foto: Reuters

Untuk melawan tekanan harga, Federal Reserve (Fed) akan menaikkan suku bunga pada pekan depan untuk pertama kalinya sejak 2018. Pada saat yang sama, situasi geopolitik menambah ketidakpastian pada siklus kenaikan suku bunga bank sentral selama tahun mendatang. 

Pejabat Fed bisa mengambil sikap yang lebih hawkish jika guncangan harga energi menyebabkan inflasi yang lebih tinggi dan lebih persisten. Namun mereka juga dapat mengambil pendekatan yang lebih hati-hati jika penurunan sentimen konsumen dan penurunan upah riil mulai membebani pertumbuhan saat perang Rusia-Ukraina berlanjut.

Data Februari menunjukkan harga bensin naik 6,6 persen dari bulan sebelumnya dan menyumbang hampir sepertiga dari kenaikan bulanan CPI. Beberapa di antaranya mencerminkan lonjakan harga energi yang dihasilkan awal invasi Rusia selama minggu terakhir Februari. Dampaknya akan lebih tercakup dalam laporan CPI Maret.

Menurut data American Automobile Association, harga eceran bensin kelas reguler sepanjang bulan ini telah meningkat 19,3 persen menjadi 4,32 dolar AS per galon. Sedangkan harga makanan naik 1 persem dari bulan sebelumnya, kenaikan terbesar sejak April 2020. 

Sementara dampak penuh perang terhadap ekonomi AS masih belum jelas, melonjaknya harga minyak, biji-bijian, dan logam kemungkinan akan mempengaruhi komoditas lain dan pada akhirnya harga konsumen. Pemerintahan Biden pada Selasa (8/3/2022) melarang impor minyak dari Rusia ke AS, sebuah langkah yang akan menambah tekanan harga energi.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
4 jam lalu

Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Iran

4 jam lalu

Walkot New York Mamdani Sebut Netanyahu Arsitek Genosida, Desak AS Tangkap

5 jam lalu

Sah! AS dan Arab Saudi Teken Kerja Sama Nuklir Sipil

8 jam lalu

Perang Makin Sengit! Rudal Iran Mulai Tembus Sistem Pertahanan AS, Pangkalan Porak-poranda

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal