Indef Proyeksi BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 6 Persen

Isna Rifka Sri Rahayu
Ilustrasi. (Foto: Okezone)

"Sinyal Fed yang dovish di 2019 dimana kenaikan bunga hanya dua kali membuat rupiah tetap dalam posisi menguat. BI dirasa belum perlu naikan bunga," ucapnya.

Dengan penguatan rupiah tersebut, BI bisa menggunakan cadangan devisa untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek. Apalagi posisi cadangan devisa saat ini mengalami kenaikan menjadi 117 miliar dolar AS per November 2018.

Seperti diketahui, BI selama 2018 ini telah menaikkan suku bunga acuannya sebanyak 175 basis poin dari 4,25 persen menjadi 6 persen. Hal ini sebagai langkah BI merespons kenaikan FFR agar suku bunga Indonesia tetap menarik bagi investor asing.

Namun, jika suku bunga acuan naik terlalu tinggi justru dapat menjadi bumerang bagi dunia usaha dalam negeri karena dapat menaikkan suku bunga kredit. Oleh karenanya, dia menilai BI akan mengerem kenaikan suku bunganya dalam RDG kali ini.

"Suku bunga yang terlalu tinggi berisiko hambat laju ekonomi karena naiknya cost of borrowing pelaku usaha. Risiko untuk agresif naikan suku bunga bisa blunder ke ekonomi," tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
3 jam lalu

BI Pantau Ketat Bank dan Perusahaan yang Banyak Beli Dolar AS!

Nasional
9 jam lalu

Bos BI Jelaskan Penyebab Rupiah Anjlok ke Rp17.400 per Dolar AS

Nasional
11 jam lalu

Rupiah Tertekan, BI Batasi Pembelian USD jadi 25.000 Dolar AS per Orang

Nasional
1 hari lalu

Rupiah Tembus Rp17.400, Bos BI Pilih Bungkam usai Rapat di Kemenko

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal