IMF memperingatkan, fragmentasi geopolitik dapat menghambat perdagangan dan arus modal, yang selanjutnya menghambat kerja sama kebijakan iklim. Adapun keseimbangan risiko cenderung menguat ke sisi negatif, dengan sekitar 25 persen peluang pertumbuhan global satu tahun ke depan turun di bawah 2,0 persen.
"Risiko kesalahan kalibrasi kebijakan moneter, fiskal, atau keuangan telah meningkat tajam pada saat ketidakpastian tinggi dan kerentanan yang meningkat," ujar kepala ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas pada konferensi pers di Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia 2022.
Dia menambahkan, kondisi keuangan global dapat memburuk dan dolar menguat lebih lanjut jika gejolak di pasar keuangan meletus. Dia juga mencatat bahwa hal ini akan menambah secara signifikan tekanan inflasi dan kerentanan keuangan di seluruh dunia, terutama di negara emerging markets dan negara berkembang.
"Inflasi bisa, sekali lagi, terbukti lebih persisten, terutama jika pasar tenaga kerja tetap sangat ketat," kata Gourinchas.
IMF berpendapat bahwa pengetatan moneter yang ketat dan agresif adalah penting untuk menghindari de-anchoring inflasi.