JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) meningkatkan intensitas penanganan banjir melalui pembangunan Pengendalian Banjir Sungai Konaweha dan Pengendalian Banjir Kota Kendari. Adapun proyek tersebut dikerjakan oleh BWS Sulawesi IV.
Sungai Konaweha sendiri memiliki luas Daerah Aliran Sungai (DAS) sekitar 6.500 km2 dengan panjang sungai utama 350 kilometer dan menjadi sungai terbesar di Provinsi Sulawesi Tenggara. Dibalik potensinya yang sangat besar untuk mendukung kehidupan masyarakat yang ada di sana, sungai ini juga memiliki ancaman bencana apabila tidak ditata dan dijaga lingkungan sekitarnya.
Seperti halnya yang terjadi pada pertengahan 2019 lalu di mana intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung lama mengakibatkan Sungai Konaweha dan anak sungai lainnya meluap yang menyebabkan banjir besar di DAS (Daerah Aliran Sungai) Konaweha, Lasolo dan Kota Kendari. Bencana tersebut pun merusak berbagai fasiltas umum, rumah warga, dan infrastruktur sumber daya air seperti tanggul sungai dan tanggul irigasi yang mengakibatkan banyak warga harus mengalami gagal panen.
Agar bencana ini tak terulang lagi, Kepala BWS Sulawesi IV Kendari, Haeruddin C. Maddi menjelaskan bahwa pada DAS Konaweha akan dibangun beberapa infrastruktur sumber daya air, seperti halnya bendungan dan tanggul karena memiliki potensi yang sangat besar untuk mengairi beberapa daerah irigasi, baik kewenangan pusat maupun daerah.
“Pasca bencana banjir tahun 2019, BWS Sulawesi IV Kendari melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (Satker PJSA) membangun tanggul di DAS Konaweha sepanjang 1,2 km, dan kemudian pada pertemuan Sungai Konaweha dan anak sungai terbesarnya yaitu Sungai Lahumbuti sepanjang 3 km. Tanggulnya didesain untuk periode ulang Q25, jadi tanggul yang sudah ada akan ditingkatkan, begitu juga dengan tanggul baru yang diharapkan akan menahan luapan air agar tidak melimpas ke samping kanan dan samping kiri,” ujar Haeruddin dalam keterangannya, Senin (30/11/2020).