Ekonomi Indonesia Tumbuh di Kuartal III, Menko Airlangga Waspadai Penurunan Harga Komoditas hingga Permintaan Global

Michelle Natalia
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: istimewa)

Oleh karena itu, sebut dia, neraca perdagangan juga terpantau masih positif. Kendati demikian, tantangan-tantangan ke depan masih harus diwaspadai, seperti penurunan harga komoditas dan pelemahan permintaan global. Di bulan September lalu, pertumbuhan neraca perdagangan surplus 4,99 miliar dolar AS, atau surplus 29 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. 

"Januari-September 2022 ini total surplus 39,87 miliar dolar AS. Ekspor impor Indonesia yang tumbuh impresif sepanjang 2022 juga didukung oleh peningkatan harga komoditas ekspor, terutama pada ekspor utama kita seperti batu bara, CPO, dan besi baja. Namun kenaikan harga tersebut dapat berakhir bila komoditas kembali pada kondisi normal, karena volume daripada ekspor cenderung tetap," ucap Menko Airlangga.

Di saat yang sama, perlemahan permintaan global tentu akan menahan laju ekspor Indonesia ke depan. 

"Kondisi ini sudah mulai berdampak pada beberapa industri, khususnya terkait dengan sektor tekstil dan produknya," katanya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mensesneg Tegaskan Fundamental Ekonomi RI Kuat, Optimistis Pertumbuhan Tetap Terjaga

57 tahun lalu

Rupiah Sentuh Rp18.000 per Dolar AS Pagi Ini, Terendah Sepanjang Sejarah

57 tahun lalu

Desa BRILiaN Ketapanrame, Wujud Nyata Pemberdayaan Desa Berkelanjutan

57 tahun lalu

Rupiah Melemah, Ichsanuddin Noorsy Pertanyakan Klaim Fundamental Ekonomi Kuat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal