Ekonom: Bila Pemerintah Ingin Mematikan Industri Rokok Harus Cari Penggantinya

Ferdi Rantung
Industri rokok dibenci, satu sisi berkontribusi besar bagi ekonomi negara namun di sisi lain menimbulkan masalah kesehatan. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Rencana pemerintah kembali menaikkan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) alias cukai rokok pada 2021 menuai pro dan kontra. Di satu sisi dibutuhkan kontribusinya untuk pendapatan negara, di sisi lain merugikan Industri Hasil Tembakau (IHT) terutama petani.

"Saya rasa semua pemangku kepentingan harus duduk bersama untuk menyusun industri ini mau dibawa ke mana" ujar Peneliti dari Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Ahmad Heri Firdaus dalam diskusi secara virtual, Minggu (23/8/2020)

Selain itu, dia melihat industri rokok juga dibenci. Sebab, menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. "Industri ini diharapkan tapi dibenci. Satu sisi berkontribusi besar bagi ekonomi, tapi di sisi lain menimbulkan masalah kesehatan," katanya

Dia menambahkan, pemerintah harus memiliki roadmap yang jelas terhadap industri ke depan. Jika ingin industri ini dimatikan maka pemerintah harus mencari jalan keluar mencari industri penggantinya.

"Pemerintah jika ingin mematikan industri ini harus berupaya mencari alternatif lain untuk menggantinya. Mulai dari pekerjaan petani hingga sumber pendapatan negara yang hilang. Harus ada roadmap yang jelas terkait industri ini," ujar Ahmad.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
1 hari lalu

Sidang Perdana Pejabat Bea Cukai Budiman Bayu di Kasus Impor Barang Digelar 28 Juli

3 hari lalu

Aspri Bos Blueray Cargo Ungkap Dibekali Kartu Kredit untuk Menjamu Pejabat Bea Cukai

7 hari lalu

Bos Blueray John Field Divonis 2 Tahun Penjara gegara Suap Pejabat Bea Cukai

14 hari lalu

Kasus Impor Barang, 3 Eks Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp63,5 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal