Dua Tokoh Kadin Jadi Ketua Timses Capres Beda Kubu, Ini Tanggapan Pengamat

Atikah Umiyani
Rosan Roeslani (kiri), dan Arsjad Rasjid. (Foto: istimewa)

"Jejaring tersebut ada kaitannya dengan menambah elektoral bagi Capres-Cawapres, walaupun belum tentu signifikan. Karena, karyawan pada perusahaan jejaring tidak mudah digiring oleh pimpinan ke arah salah satu pasangan kandidat," tutur Agus. 

Dia mengungkapkan, alasan berikutnya yakni dalam tubuh perusahaan memang tidak boleh bias kepada kepentingan politik elektoral tertentu. Katanya, hal itu dihindari dalam manajemen sumbet daya mereka, agar hubungan antar karyawan/ pegawai dan buruh tetap konduksif. 

"Dari argumentasi tersebut, maka boleh kita duga atau perkirakan para tokoh bisnis yang ikut serta dalam tim sukses berkaitan dengan biaya politik," ujar Agus.

Agus memperkirakan, baik Rosan dan Arsjad bisa berkontribusi terhadap material-material periklanan serta pengorganisasian kampanye. 

"Jika itu terjadi, memang tidak akan keliatan nyata, tetapi mereka paham bahwa fenomena itu lumrah dalam politik," ungkap Agus.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rosan Beberkan Rencana Hotel Sultan Dirobohkan, Akan Dibangun Ikon Baru Indonesia

57 tahun lalu

Prabowo Panggil Rosan ke Kertanegara Malam-Malam, Bahas Apa?

57 tahun lalu

Global Bond Danantara Dibanjiri Peminat, Rosan: Kepercayaan Investor Tinggi

57 tahun lalu

Rosan Ungkap Kepercayaan Dunia ke Indonesia Menguat, Prabowo Minta Sampaikan ke Masyarakat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal