BPS Didesak Ubah Metodologi Penghitungan Inflasi

Ayos Carlos
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) didesak untuk mengubah metodologi penghitungan tingkat inflasi. Pasalnya, pola penghitungan yang ada saat ini belum memasukkan produk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dalam indikator penyumbang inflasi.

Head of Research Samuel Aset Management Lana Soelistianingsih menuturkan, BBM yang masyarakat konsumsi mayoritasnya adalah jenis Pertalite. Sekalipun ada yang mengonsumsi BBM jenis Premium jumlahnya sangat kecil.

Konsumsi Premium yang kecil itu juga karena produk tersebut hampir hilang dari pasaran sehingga masyarakat harus mencoba beralih ke BBM yang lebih mahal, yakni Pertalite. “Jadi harga energi yang ditonjolkan tidak semestinya, Pertamax iya masuk tapi kecil (bobotnya) karena Premium yang dianggap paling besar dan paling banyak dikonsumsi rumah tangga, padahal sekarang sulit dicari,” ujar Lana di Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Dia menambahkan, dengan perubahan kondisi itu, sudah sepatutnya metodologi penghitungan inflasi diubah. Bila tak direvisi, data inflasi yang kerap dirilis tidak merepresentasi kondisi dan realita di lapangan.

“Di dalam metodologinya dan bobotnya, jadi harus ada perubahan tahun dasar dengan memasukan beberapa barang yang dikonsumsi yang baru, itu harus ada perubahannya tahun dasar maupun bobot, saya kira ini belum dilakukan oleh BPS,” ujar Lana.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV 2025 Tembus 5,39 Persen, Tertinggi sejak Pandemi

Makro
2 hari lalu

Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk RI Turun per September 2025, Kota Penyumbang Terbesar

Nasional
2 hari lalu

BPS: Jumlah Pengangguran RI Turun Jadi 7,35 Juta Orang per November 2025

Nasional
2 hari lalu

1,37 Juta Lapangan Kerja Tercipta, Pengangguran RI Turun Jadi 4,74% pada November 2025  

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal