BPDPKS: Program B30 Tekan Defisit Neraca Perdagangan dan Impor BBM

Aditya Pratama
Kelapa sawit di Indonesia turut berkontribusi menjadikan Indonesia sebagai produsen biodiesel atau energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Kelapa sawit di Indonesia turut berkontribusi menjadikan Indonesia sebagai produsen biodiesel atau energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar fosil. Biodiesel dengan bahan baku berasal dari minyak sawit merupakan hasil pencampuran dengan minyak solar yang menghasilkan B30.

Plt Direktur Kemitraan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Edi Wibowo mengatakan, sejak Januari 2020, B30 telah menjadikan Indonesia sebagai pionir dalam pemanfaatan campuran Biodiesel dalam BBM Solar terbesar di dunia. "(B30) menjadikan Indonesia sebagai pionir dalam pemanfaatan campuran biodiesel dalam BBM Solar terbesar di dunia yang mengurangi ketergantungan negara kita asal impor minyak solar sekaligus mengurangi defisit neraca perdagangan sektor migas," ujar Edi dalam Webinar, Rabu (9/12/2020).

Selain itu, Edi menyebut, produk kelapa sawit turut mewarnai kehidupan sehari hari masyarakat Indonesia, dari mulai yang paling familiar minyak goreng dari sawit. Adapun produk turunan minyak sawit lebih luas lagi, seperti dalam produk sabun, shampoo, deterjen, lipstik, produk kosmetik, personal care, juga roti, cokelat, biskuit, krimer, margarin, susu formula bayi termasuk vitamin A dan E.

"Penggunaan minyak sawit dan turunannya yang merupakan minyak nabati dengan produktivitas tertinggi menjadikan produk dapat digunakan oleh segenap kalangan masyarakat dengan harga relatif terjangkau," kata dia.

Edi menyampaikan, salah satu program yang dijalankan BPDPKS terkait program pendanaan penelitian dan pengembangan adalah dengan mendukung pendanaan untuk riset dan sekaligus dapat digunakan untuk melawan kampanye hitam kelapa sawit. Contohnya saja terkait peningkatan aspek sustainability dan kesehatan.

Adapun riset yang telah didanai BPDPKS adalah mitigasi isu kandungan 3-MPCD dan glycidol esters pada minyak sawit dan pengembangan proses produksi vitamin E dan Magnesium. 

"Riset-riset yang telah dilakukan ini diharapkan dapat dimanfaatkan seluruh stakeholder, baik perusahaan, pemerintah, masyarakat dan media untuk pengembangan dan menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit," ucapnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.839 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

57 tahun lalu

Resmi, Ekspor Batu Bara hingga CPO Wajib Lapor DSI Mulai Besok

57 tahun lalu

Mendag Pastikan DMO Batu Bara dan CPO Tetap Berlaku usai Kebijakan Ekspor Lewat BUMN

57 tahun lalu

Hasil Riset: B50 Berisiko Bebani Fiskal dan Tekan Devisa Sawit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal