APBN Tak Perlu Direvisi, Dana Infrastruktur Bisa Dialihkan untuk Pemulihan Ekonomi

Shelma Rachmahyanti
Ilustrasi APBN.

JAKARTA, iNews.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan tidak akan mengubah perkiraan defisit pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2021. Hal tersebut disampaikan pemerintah terkait dengan kondisi ekonomi yang terancam kembali melambat setelah lonjakan kasus Covid-19.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Abdul Manap Pulungan, menilai, pemerintah tidak perlu merevisi APBN saat ini. Sebab, saat ini pemerintah harus bergerak cepat mengatasi pandemi Covid-19.

“Saya pikir tidak harus juga melakukan revisi terhadap anggaran yang sudah ada ya, karena kalau kita perhatikan proses revisi itu ke DPR memerlukan proses yang agak lama. Sementara, saat ini kita sebetulnya memerlukan waktu yang cepat bergerak cepat, sehingga masalah Covid ini bisa kita tangani,” ujar Abdul, dalam acara Market Review IDX Channel, Senin (5/7/2021).

Abdul menjelaskan, memang terdapat beberapa anggaran yang tidak bisa diganggu gugat. Seperti anggaran pendidikan dan cicilan bunga utang. Namun, masih ada peluang bagi pemerintah untuk mengurangi anggaran di pos-pos lain.

“Di luar itu sebetulnya masih ada peluang untuk mengurangi dari anggaran lain. Saya pikir yang paling penting saat ini adalah kita bisa mengurangi anggaran untuk infrastruktur. Katakanlah, untuk proyek-proyek yang tidak mendesak seperti pemindahan Ibu Kota, belanja barang, itu bisa kita stop dulu lah saat ini,” kata Abdul.

Lanjutnya, pada situasi saat ini yang paling penting adalah terkait pulihnya kesehatan. Sebab, jika kesehatan sudah pulih, ekonomi juga akan bergerak lebih baik.

“Kalau tidak pulih kesehatan, ekonomi kita akan gini-gini aja. Bahkan, akan menjomplang dan tidak tahu kapan berakhir situasi ini. Sementara, negara lain sudah pada tahap recovery yang lebih cepat,” ucap Abdul. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bahlil bakal Hidupkan Lagi Program Kompor Listrik, Siapkan Anggaran Rp815,56 Miliar

57 tahun lalu

Kembali Perkasa, Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.708 per Dolar AS

57 tahun lalu

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu 2027 Rp49,80 Triliun, Buat Apa Saja?

57 tahun lalu

Purbaya Ungkap APBN Defisit Rp180,4 Triliun per Mei 2026, Setara 0,7 Persen PDB

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal