8 Poin Pidato Presiden Jokowi soal RAPBN dan Nota Keuangan 2024, Salah Satunya Gaji PNS Naik

Aditya Pratama
Presiden Jokowi menyampaikan pidato RAPBN 2024 beserta Nota Keuangan pada Sidang Paripurna DPR hari ini. Berikut 8 poin pentingnya. (Foto: Antara)

3. Anggaran Kesehatan Capai Rp186,4 Triliun

Untuk menghadirkan SDM yang sehat dan produktif, pemerintah menyiapkan anggaran kesehatan sebesar Rp186,4 triliun atau 5,6 persen dari APBN. Anggaran tersebut diarahkan untuk transformasi sistem kesehatan, mendorong berkembangnya industri farmasi yang kuat dan kompetitif, meningkatkan akses dan kualitas layanan primer dan rujukan, menjamin tersedianya fasilitas layanan kesehatan yang andal dari hulu ke hilir, mengefektifkan program JKN, serta mempercepat penurunan prevalensi stunting agar mencapai 14 persen di 2024.

4. Anggaran Perlindungan Sosial Capai Rp493,5 Triliun di 2024

Pemerintah menyiapkan anggaran perlindungan sosial dialokasikan sebesar Rp493,5 triliun di 2024. Anggaran ini ditujukan untuk mempercepat penurunan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan, serta pembangunan SDM jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan.

5. Anggaran Infrastruktur Sentuh Rp422,7 Triliun, Termasuk Pembangunan IKN

Anggaran infrastruktur di 2024 dialokasikan sebesar Rp422,7 triliun yang diarahkan untuk penguatan penyediaan pelayanan dasar, peningkatan produktivitas melalui infrastruktur konektivitas dan mobilitas, peningkatan jaringan irigasi melalui pembangunan bendungan, saluran irigasi primer, sekunder, dan tersier, penyediaan
infrastruktur di bidang energi dan pangan yang terjangkau, andal, dan berkelanjutan, pemerataan akses Teknologi Informasi dan Komunikasi, serta mendukung proyek-proyek strategis, termasuk pembangunan IKN.

6. Anggaran Ketahanan Pangan Sebesar Rp108,8 Triliun di 2024

Pemerintah mengalokasikan Rp108,8 triliun di bidang ketahanan pangan yang diprioritaskan untuk peningkatan ketersediaan, akses, dan stabilisasi harga pangan, peningkatan produksi pangan domestik, penguatan kelembagaan petani, serta  dukungan pembiayaan serta perlindungan usaha tani, percepatan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pangan, pengembangan kawasan food estate, dan penguatan cadangan pangan nasional.

7. Insentif Fiskal untuk Kendaraan Listrik

Pada RAPBN 2024, pemerintah melanjutkan dukungan fiskal berupa insentif perpajakan dan berbagai insentif fiskal lainnya. untuk kendaraan listrik. Hal ini untuk mendorong percepatan transformasi ekonomi untuk penciptaan nilai tambah yang tinggi, perluasan kesempatan kerja, dan penggunaan energi yang ramah lingkungan sehingga dapat menurunkan emisi, serta efisiensi subsidi energi.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jantung Berdebar dan Sesak Napas setelah Makan Banyak? Ternyata Ini Alasannya

57 tahun lalu

BYD Ungkap Sisihkan Setiap Penjualan Mobil Bantu Sekolah Anak Indonesia

57 tahun lalu

Kejar Target Ibu Kota 2028, Otorita Minta Tambahan Dana Rp15,5 Triliun untuk Pembangunan IKN

57 tahun lalu

Purbaya Targetkan Rupiah Menguat Bertahap pada Semester II 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal