Wall Street Ditutup Menguat Dipicu Optimisme AS Terhindar dari Resersi

Antara
Wall Street ditutup menguat didukung optimisme investor bahwa ekonomi AS terhindar dari resesi. Foto: Reuters

Inflasi tahunan AS melambat secara signifikan pada Juni, kemungkinan mendorong Federal Reserve lebih dekat untuk mengakhiri siklus kenaikan suku bunga tercepat sejak 1980-an, data menunjukkan pada Jumat (28/7/2023).

Dalam 12 bulan hingga Juni, indeks harga PCE naik 3,0 persen, merupakan kenaikan tahunan terkecil sejak Maret 2021 dan mengikuti kenaikan 3,8 persen pada Mei 2023. 

Scott Ladner, Chief Investment Officer di Horizon Investments, mengatakan semua data perekonomian terakhir yang menunjukkan Goldilocks (keadaan perekonomian yang 'tidak kepanasan') diperkirakan berlanjut untuk sementara waktu, dengan inflasi yang melemah. 

Hal yang sama juga disampaikan Win Murray, direktur penelitian di manajer aset Diamond Hill. Menurutnya, tingkat kepercayaan investor meningkat seiring data perekonomian yang menunjukkan AS kemungkinan terhidar dari resesi ekonomi.

"Orang-orang lebih optimis tentang kemungkinan inflasi terkendali dan ekonomi AS terhindar dari resesi," kata Win Murray, seperti dikutip Reuters, Sabtu (29/7/2023).  

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
3 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Menguat, Tinggalkan Level Rp18.000 per Dolar AS

5 hari lalu

Mendagri Sebut Inflasi RI Masih Terkendali di Level 3,34 Persen: di Bawah Target Nasional

12 hari lalu

BI Ungkap Pemicu Rupiah Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Siap Jaga Stabilitas

16 hari lalu

Di Balik Inflasi yang Terkendali, Perlindungan bagi Kelas Menengah Kian Mendesak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal