Utang BUMN Rp5.271 T, Pemerintah Dorong Diversifikasi Pendanaan

Rully Ramli
Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)

Menurut Aloy, sejumlah BUMN, terutama yang sudah go public gencar mencari pendanaan lewat penerbitan surat utang di pasar modal.

"Berbagai alternatif pendanaan telah dilakukan BUMN seperti Komodo Bond, Sekuritisasi Aset, Project Bond, Perpetual Bond, hingga Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT). Ke depannya masih akan dikembangkan berbagai inovasi-inovasi pendanaan lainnya seperti KIK DINFRA dan masih banyak lainnya," kata Aloy.

Selain diawasi pemerintah, kata dia, lembaga rating, baik domestik maupun internasional, juga ikut memastikan bahwa kapasitas BUMN dalam mengembalikan utang bisa terpenuhi. BUMN juga berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia saat berencana mengajukan pinjaman.

Menurut dia, kenaikan utang akan menaikkan aset. Saat ini, aset BUMN mencapai Rp7.708 triliun, naik Rp508 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebelumnya Rp7.200 triliun.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
2 hari lalu

Danantara Pangkas 250 BUMN, Prabowo: Biaya yang Diselamatkan Rp50 Triliun

5 hari lalu

BTN Bersiap Kembalikan Dana SAL Rp38 Triliun ke Pemerintah secara Bertahap

10 hari lalu

Prabowo: BUMN Akan Kita Tertibkan, Selama Ini Sumber Korupsi

15 hari lalu

Danantara Resmi Merger 4 Perusahaan Aset Manajemen, Jadi yang Terbesar di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal