5. Nominal Rp5.000
Di mata uang ini terdapat sosok pahlawan nasional yaitu Idham Chalid. Idham adalah salah satu politisi Indonesia yang berpengaruh pada masanya. Dia pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Indonesia pada Kabinet Ali Sastroamidjojo II dan Kabinet Djuanda. Dia juga pernah menjabat sebagai Ketua MPR dan Ketua DPR.
Idham diangkat menjadi Pahlawan Nasional Indonesia, bersama dengan enam tokoh lain berdasarkan Keppres Nomor 113/TK/Tahun 2011 tanggal 7 November 2011. Dia merupakan putera Banjar ketiga yang diangkat sebagai Pahlawan Nasional setelah Pangeran Antasari dan Hasan Basry.
6. Nominal Rp2.000
Di mata uang ini terdapat sosok pahlawan nasional, Mohammad Husni Thamrin. Thamrin lahir di Weltevreden, Batavia (sekarang Jakarta), Hindia Belanda, pada 16 Februari 1894. Ayahnya adalah seorang Belanda dengan ibu orang Betawi. Sejak kecil dia dirawat oleh pamannya dari pihak ibu karena ayahnya meninggal sehingga tidak lagi menyandang nama Belanda.
Munculnya nama MH Thamrin sebagai tokoh pergerakan yang berkaliber nasional tidaklah mudah. Untuk mencapai tingkat itu dia memulai dari bawah. Dia memulai gerakan sebagai seorang tokoh (lokal) Betawi. Sejak muda dia telah memikirkan nasib masyarakat Betawi yang sehari-hari dilihatnya. Sebagai anak wedana, dia tidaklah terpisah dari rakyat jelata, malah sangat dekat dengan mereka. Nama MH Thamrin juga diabadikan sebagai nama jalan di pusat Ibu Kota.
7. Nominal Rp1.000
Di mata uang ini terdapat sosok Tjoet Meutia sekaligus menjadi satu-satunya pahlawan wanita yang wajahnya muncul pada uang rupiah cetakan baru. Tjoet Meutia adalah pahlawan nasional Indonesia dari daerah Aceh. Dia ditetapkan menjadi pahlawan nasional Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 107/1964 pada tahun 1964.