1. Jangan Membeli Saham yang Memiliki Fundamental Kurang Baik
Di tengah ketidakpastian, pilihlah instrumen dengan fondasi bisnis yang kokoh. Untuk pasar saham, lakukan analisis fundamental dengan melihat laporan keuangan perusahaan, prospek bisnis jangka panjang, dan utang yang sehat.
2. Menerapkan Strategi Investasi Bertahap
Anda bisa menerapkan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) atau investasi rutin dengan nominal tetap setiap periode. Strategi ini melatih disiplin dan mengurangi stres karena fluktuasi pasar.
3. Pilih Instrumen yang Lebih Stabil
Dalam kondisi IHSG melemah, investor dapat mempertimbangkan instrumen yang relatif lebih stabil, seperti Reksa Dana Pasar Uang (RDPU). Instrumen ini umumnya memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan saham dan cocok untuk menjaga likuiditas sekaligus kestabilan nilai investasi.
Untuk mempermudah proses investasi, Anda dapat memanfaatkan fitur Auto Invest di aplikasi MotionTrade Lite maupun Pro. Fitur ini secara otomatis menginvestasikan dana mengendap di Rekening Dana Nasabah (RDN) ke RDPU, yang cocok untuk diinvestasikan oleh investor pemula.