Tarif impor Trump membawa dampak yang cukup besar bagi negara-negara ASEAN, terutama yang sangat bergantung pada ekspor ke Amerika Serikat. Negara-negara seperti Vietnam dan Kamboja yang memiliki surplus perdagangan besar dengan AS menjadi yang paling terdampak karena tarif yang tinggi.
Dampak utama yang dirasakan meliputi:
Meskipun tarif ini menjadi tantangan besar, ASEAN diperkirakan tidak akan runtuh. Blok ini memiliki kerangka kelembagaan seperti Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC) yang membantu menjaga ketahanan ekonomi regional.
Para ahli memberikan analisis mendalam mengenai dampak dan prospek ASEAN menghadapi tarif impor Trump:
Seperti dilansir TheStar, Dr. Phar Kim Beng, profesor Studi ASEAN di International Islamic University of Malaysia (IIUM), menilai bahwa meskipun tarif ini memberikan tekanan ekonomi, ASEAN tidak akan runtuh karena telah berhasil melewati berbagai guncangan sebelumnya seperti Krisis Keuangan Asia 1997 dan perang dagang AS-China.
Namun, ia menyoroti risiko perpecahan dalam ASEAN jika negara-negara dengan tarif tinggi seperti Vietnam dan Kamboja memilih negosiasi bilateral terpisah dengan AS, yang dapat mengancam solidaritas blok. Ia juga mengingatkan bahwa dampak paling langsung adalah tekanan inflasi global yang akan mempengaruhi harga konsumen di berbagai negara.