Silpa Maret 2018 Rp64 Triliun, Indef Harap Ada Punishment ke Pemda

Isna Rifka Sri Rahayu
Ilustrasi (Foto: iNews.id/Yudistiro)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) pemerintah akhir Maret 2018 mencapai Rp64 triliun. Meski lebih rendah dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp85,7 triliun, namun seharusnya jumlah Silpa nol.

Pengamat Ekonomi Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, penurunan ini mengindikasikan bahwa pemerintah ingin penyerapan anggaran semakin baik tahun ini. "Meskipun angka Rp64 triliun masih tergolong tinggi," ujarnya kepada iNews.id, Selasa (17/4/2018).

Oleh karena itu, seharusnya penurunan Silpa ini harus terus didorong agar tidak ada anggaran yang tidak terpakai terutama anggaran yang berasal dari utang. Jumlah Silpa tersebut setara dengan 15,8 persen dari target pembiayaan utang pemerintah selama 2018 sebesar Rp403 triliun.

Dengan presentase sebesar itu tentu membuat usaha pemerintah yang menambah utang untuk memenuhi anggaran menjadi sia-sia. Sebab, Silpa merupakan selisih antara surplus atau defisit anggaran dengan pembiayaan netto sehingga normalnya penerimaan pembiayaan harus dapat menutup defisit anggaran yang terjadi.

"Pemerintah sudah capek-capek menambah utang dan bayar bunganya tapi masih banyak uang sisa," tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
4 hari lalu

Kemenkeu Tepis Isu Purbaya Tumbang hingga Dirawat di RS: Pak Menteri Sehat

Nasional
6 hari lalu

Kabar Baik! Batas Lapor SPT Badan Diperpanjang sampai 31 Mei 2026

Nasional
14 hari lalu

Purbaya Copot Febrio Kacaribu dan Luky Alfirman dari Dirjen Kemenkeu, Ada Apa?

Makro
14 hari lalu

DJP soal PPN Jalan Tol: Masih Tahap Perencanaan, Belum Berlaku

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal