Sedangkan nilai impor mencapai 21,20 miliar dolar AS atau meningkat 18,21 persen jika dibandingkan Januari 2025. Nilai impor migas sebesar 3,17 miliar dolar AS atau meningkat 27,52 persen secara tahunan.
Selain itu, impor nonmigas senilai 18,04 miliar dolar AS juga mengalami peningkatan secara tahunan sebesar 16,71 persen. Peningkatan nilai impor secara tahunan terutama didorong oleh peningkatan impor non migas dengan andil sebesar 14,40 persen.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.870 - Rp16.910 per dolar AS.