Rupiah Melemah 0,62 Persen dalam Sepekan, Ini Pendorongnya

Anggie Ariesta
Nilai tukar rupiah pada sepekan perdagangan bergerak melemah terhadap mata uang dolar AS. Rupiah terkoreksi 0,62 persen dibandingkan penutupan pekan lalu. (Foto: Dok. iNews.id)

Selain itu, fokus juga tertuju pada data indeks harga Personal Consumption Expenditure (PCE) AS yang dirilis kemarin tampak melandai dan sesuai ekspektasi pasar, sehingga hal ini diharapkan mampu mengurangi tekanan terhadap rupiah ke depan.

"Itu juga terjadi beberapa hari menjelang pertemuan Fed di mana bank sentral secara luas diharapkan untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil dan mengisyaratkan pemotongan suku bunga pada bulan September," kata Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi dalam risetnya, Jumat (26/7/2024).

Selain data ekonomi AS, peristiwa mundurnya Presiden Joe Biden dalam Pilpres 2024 melawan Donald Trump cukup menggemparkan pasar. Sementara dari dalam negeri, ketidakpastian juga akan besar karena adanya masa transisi kepemimpinan dari Joko Widodo ke Prabowo Subianto. 

Ketidakpastian bisa memicu investor untuk memilih aset aman dan menjual aset lain, seperti rupiah. Kondisi ini bisa membuat rupiah tertekan terhadap dolar AS.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

SBY Soroti Penguatan Rupiah dan IHSG: Semoga Ini Awal Pertanda Baik

57 tahun lalu

Purbaya Targetkan Rupiah Menguat Bertahap pada Semester II 2026

57 tahun lalu

Bertemu Prabowo, Chatib Basri Ingatkan Risiko Kenaikan Harga akibat Rupiah Melemah

57 tahun lalu

Gubernur BI Ungkap 4 Paket Operasi Moneter untuk Jaga Nilai Tukar Rupiah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal