Republik Afrika Tengah Jadikan Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang Sah

Aditya Pratama
Republik Afrika Tengah menetapkan Bitcoin sebagai alat pembayaran sah di wilayahnya. (Foto: Istimewa)

Sekitar 71 persen dari 5,4 juta penduduk CAR hidup di bawah garis kemiskinan internasional pada tahun 2020, menurut Bank Dunia.

Negara yang terkurung daratan di jantung Afrika ini telah dicengkeram oleh ketidakstabilan politik dan kekerasan selama bertahun-tahun.

“Pertanyaan besarnya adalah untuk siapa aturan mata uang kripto itu. Cakupan internet di CAR adalah 11 persen. Mungkin pemerintah telah diberitahu bahwa ini akan mempercepat pembayaran di negara ini, tetapi tidak jelas bagaimana caranya,” ujar penulis independen yang telah mengikuti kripto, David Gerard dikutip, Sabtu (30/4/2022).

Adapun langkah untuk mempertimbangkan tender legal bitcoin mendapat pujian dari komunitas kripto dan dipuji sebagai langkah lain menuju adopsi arus utama mata uang kripto.

Tetapi itu juga bisa dianggap kontroversial. Ada protes di El Salvador setelah negara itu memperkenalkan Hukum Bitcoin, dan negara itu menghadapi kritik dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Investigasi Terbaru Ungkap Sosok Pencipta Bitcoin Satoshi Nakamoto, Siapa Dia?

57 tahun lalu

Profil Arsyan Ismail, Pria asal Malaysia Pecahkan Rekor Dunia usai Jual Domain Rp1,1 Triliun!

57 tahun lalu

BPS: Jumlah Penduduk Miskin Turun Jadi 23,36 Juta Orang di 2025

57 tahun lalu

Harga Bitcoin Anjlok 12 Persen dalam Sepekan, Apa Pemicunya?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal