Mas Rey menyebut transaksi yang paling sering dilakukan berasal dari kebutuhan dasar pekerja dan warga. Tarik tunai, transfer uang, serta pembayaran WiFi mendominasi setiap hari.
“Kebanyakan di sini transaksi transfer, tarik tunai dan bayar wifi,” ucapnya.
Volume transaksi tetap tinggi. Dalam kondisi normal, kios BRILink Pondok Permata mampu melayani puluhan orang per hari dari berbagai latar belakang pekerjaan.
“Sehari bisa 50-60 nasabah,” kata Mas Rey.
Program BRILink dari Bank Rakyat Indonesia dirancang mendekatkan layanan keuangan ke masyarakat hingga lingkungan perumahan. Keberadaan agen di Pondok Permata Babelan memperlihatkan fungsi nyata layanan tersebut bagi pekerja sektor informal.
Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya menilai BRILink Agen berperan sebagai penggerak ekonomi lokal sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM.