JAKARTA, iNews.id – Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) BRI mengubah pola transaksi pedagang mie ayam di sekitar Stasiun Gondangdia, Rusmiati, yang kini melayani pembeli lebih cepat tanpa bergantung uang tunai.
Rusmiati berdagang mie ayam di sisi trotoar dekat Stasiun Gondangdia dengan gerobak sederhana. Dia sudah menekuni usaha ini sekitar 10 tahun dan mematok harga Rp15.000 per porsi untuk setiap mangkuk mie ayam racikannya.
Dalam satu hari kerja, dagangan Rusmiati bisa habis hingga 50 mangkuk. Mayoritas pembeli berasal dari pekerja yang beraktivitas di sekitar kawasan stasiun, terutama saat jam makan siang.
Seiring padatnya pembeli, Rusmiati memutuskan menggunakan QRIS BRI dan menempelkan barcode pembayaran di gerobaknya. Keputusan itu diambil setelah dia melihat pedagang lain mulai beralih ke transaksi digital.
Awalnya Rusmiati hanya mengenal layanan perbankan konvensional sebagai nasabah Bank Rakyat Indonesia. Namun kemudahan pembayaran digital membuatnya tertarik mengadopsi QRIS untuk mempercepat proses transaksi.