Selain itu, investor perlu waspada terhadap kenaikan PPN menjadi 12 persen dan Bea Keluar Emas sebesar 10 persen yang dapat menekan margin emiten serta daya beli masyarakat.
Kualitas laba bank besar tetap menjadi barometer, terutama terkait kemampuan menekan beban pencadangan (provisi) setelah lonjakan di tahun sebelumnya.
Sementara itu, pengaruh kecerdasan buatan (AI) yang merambah sektor non-teknologi serta penerapan pajak minimum global 15 persen akan mulai berdampak pada rancangan insentif perusahaan multinasional di Indonesia.
Senada dengan optimisme tersebut, JP Morgan Indonesia memasang target yang lebih agresif. Dalam laporan Indonesia Equity 2026 Outlook, IHSG diperkirakan mampu menembus level 10.000 dalam skenario terbaik (bull scenario).
Executive Director JP Morgan, Henry Wibowo menjelaskan, tahun 2026 akan menjadi masa di mana Indonesia memetik hasil setelah melewati tahun transisi politik.