Obligasi Indonesia Tertekan Oleh Melonjaknya Inflasi AS

Michelle Natalia
ilustrasi obligasi

"Kalau kita lihat, dampaknya (China) terhadap obligasi Indonesia belum terlalu signifikan. Sentimennya lebih tajam ke AS," kata Ahmad.

Dia menuturkan, pasar AS masih menjadi benchmark pasar obligasi, sehingga kalau yield-nya naik, otomatis yield Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya mengikuti.

"Memang di AS kenaikan inflasinya cukup tajam, bulan Maret itu sekitar 2,6%. Sedangkan yieldnya masih di sekitar 1,6%-an. Kalau kita lihat nilai riil yieldnya minus sekitar 1%, artinya kalau mereka investasi di obligasi, ya daya peluang mereka turun," ujar Ahmad.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Imbal Hasil Obligasi AS Merosot, Emas Berjangka Melonjak

57 tahun lalu

Rupiah Melemah Lagi ke Rp17.800 per Dolar AS, Purbaya: Enggak Ada Masalah

57 tahun lalu

Purbaya Beberkan Dampak Buyback SBN, Dana Investor Asing ke RI Tembus 3 Miliar Dolar AS

57 tahun lalu

Momen Purbaya Rapat Mendadak di Lobi Kemenkeu, Bahas Pelemahan Rupiah?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal