Menurut dia, sebagian besar pelanggan merupakan pekerja kantoran yang lebih nyaman menggunakan telepon genggam saat berbelanja.
“Pembeli saya rata-rata karyawan mas. Jadi mereka lebih banyak menggunakan handphone kalau belanja,” lanjutnya.
Peningkatan penggunaan QRIS BRI juga tercermin dari pertumbuhan layanan digital BRI sepanjang Triwulan I 2026. Penggunaan transaksi cashless terus meningkat di berbagai sektor.
Direktur Information Technology BRI, Saladin D. Effendi, mengatakan QRIS Tap dirancang untuk mendukung kebutuhan masyarakat urban yang menginginkan transaksi cepat dan praktis.
“Dengan QRIS Tap, pengguna transportasi publik tidak perlu lagi membawa kartu fisik. Cukup menggunakan super apps BRImo yang telah mendukung fitur QRIS Tap, transaksi dapat dilakukan dengan mudah dengan mendekatkan smartphone ke perangkat pembayaran. Cara ini tidak hanya membuat proses pembayaran menjadi lebih praktis, tetapi juga memberikan kenyamanan ekstra bagi nasabah dalam bertransaksi,” ujarnya.
Berdasarkan data BRI, jumlah pengguna BRImo kini mencapai 47,8 juta pengguna atau tumbuh 18,6 persen secara tahunan. Nilai transaksi BRImo juga melonjak menjadi Rp2.042,2 triliun atau naik 29,4 persen.
Sementara itu, volume transaksi QRIS BRI tercatat mencapai Rp30,5 triliun atau tumbuh 76 persen dibanding periode sebelumnya. Angka tersebut memperlihatkan transaksi digital kini semakin dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.