Investasi Bodong Digemari, SWI: Masyarakat Gampang Tergiur Dapat Uang Tanpa Bekerja

Hafid Fuad
Fikri Kurniawan
Investasi bodong ternyata tetap marak beredar di tengah masyarakat meski kerap merugikan. (Foto: ilustrasi/Ant)

Selain perilaku tersebut, Tongam mengakui kondisi ekonomi saat ini yang tengah sulit membuat masyarakat melihat peluang mendapatkan uang tanpa mencerna risikonya. Bahkan, kata dia, ada yang berutang untuk menanamkan modal di investasi bodong dengan iming-iming keuntungan besar.

"Kalau dilihat dari pendapat ahli, investasi itu karena ada uang lebih, bukan pinjam. Jangan pinjam uang untuk risiko yang tinggi," ucapnya.

Menurut Tongam, semua ini terjadi karena rendahnya tingkat literasi keuangan di masyarakat. Banyak orang yang tidak tahu mana investasi yang layak dan rawan penipuan seperti ponzi. Berdasarkan catatan SWI, nilai kerugian masyarakat akibat investasi bodong dalam sepuluh tahun terakhir mencapai Rp115 triliun.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dude Harlino dan Alyssa Soebandono Dicecar 53 Pertanyaan Terkait Kasus Penipuan Rp2,4 Triliun

57 tahun lalu

Penyebab Dude Harlino dan Alyssa Soebandono Dipanggil Polisi Terungkap, Mengejutkan!

57 tahun lalu

Kronologi Lengkap Suami Boiyen Diduga Gelapkan Dana Investasi, Kena Somasi!

57 tahun lalu

Bareskrim Bongkar Investasi Bodong Kripto, Kerugian Capai Rp105 Miliar!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal