Untuk hari ini, William mencoba menilai, pertama dari kemampuan IHSG bertahan di atas 7200 dengan nilai transaksi yang di besaran rata-rata. Ini berarti, tidak ada panic selling atas faktor apa pun.
"Kedua, dari sisi net buy asing, tercatat masih net buy hingga perdagangan tanggal 13 Februari 2024, ini berarti asing pun masih optimis dan aksi net buy tersebut membuka peluang untuk penguatan lebih lanjut," jelasnya.
Sehingga kesimpulan yang dihasilkan adalah IHSG masih dalam posisi menguat.
Secara teknikal, beban bobot saham-saham Prajogo Pangestu, IHSG “gagal” mengkonfirmasi pola bullish flag, namun masih ada harapan untuk pengujian pola kembali, karena berhasil ditutup di atas support 7200.
Sedangkan untuk sentimen, hasil pemilu dan arah kebijakan pemerintah setelah ini.
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah sebesar -87.92 poin (-1.20%) menuju 7209,74 pada perdagangan hari Selasa 13 Februari 2024.