Pada 2024, Hikma mulai merancang pengembangan usaha lebih besar, termasuk pengurusan izin BPOM. Namun rencana tersebut terkendala syarat dapur produksi yang harus terpisah dari dapur rumah tangga. Di saat bersamaan, dia mulai mencari informasi mengenai pembiayaan UMKM melalui program KUR.
Momentum penting datang pada Mei 2025 saat Hikma memberanikan diri mendatangi kantor cabang BRI Tebet Barat untuk mencari informasi mengenai KUR BRI. Sebagai nasabah aktif BRI, dia awalnya hanya ingin membandingkan skema pembiayaan yang tersedia untuk pengembangan usaha.
“Saya merasa usaha saya begini-begini saja. Lalu di situ mulai terpikir untuk mengajukan KUR ke BRI. Akhirnya cair tuh Rp100 juta, tenor 3 tahun, cicilan Rp3,8 juta per bulan,” ujar Hikma.
Proses pengajuan KUR BRI berjalan cepat setelah dilakukan survei usaha dan pengecekan kelayakan bisnis. Hikma akhirnya memperoleh pembiayaan sebesar Rp100 juta dengan tenor tiga tahun dan cicilan sekitar Rp3,8 juta per bulan. Dana tersebut digunakan untuk mengubah carport rumah menjadi outlet usaha Salad Umma.
Menurut Hikma, keunggulan KUR BRI bukan hanya terletak pada proses pencairan yang cepat dan mudah, tetapi juga pendampingan usaha setelah pembiayaan cair. Dia mendapatkan pelatihan rebranding, pemasaran digital, hingga pengembangan UMKM melalui program pembinaan BRI.