Rosan menekankan terkait bursa saham domestik saat ini sudah melangkah di jalur yang tepat. Sehingga lembaga pengelola investasi ini berkomitmen penuh untuk ikut serta mengakselerasi berbagai perbaikan tata kelola yang selama ini telah dibangun oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun BEI.
Menurutnya, keyakinan terhadap proses perbaikan pasar ini akan berkorelasi langsung dengan laju pertumbuhan bursa ke depan, baik dari sisi lonjakan kapitalisasi pasar, penambahan jumlah emiten, maupun perluasan basis investor.
Buktinya, sudah terlihat dari total jumlah investor di pasar modal Indonesia yang saat ini sukses menembus 27 juta pihak, naik tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang baru menyentuh angka 20 juta.
Masuknya arus dana pemodal baru ini menjadi indikator nyata bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap ekosistem bursa sedang berada di level yang solid. Secara rasional, masyarakat menaruh ekspektasi tinggi bahwa instrumen keuangan domestik mampu menjanjikan prospek pertumbuhan kekayaan yang cerah.
"Logikanya bahwa peningkatan ini terjadi kenapa? Karena investor kita yakin bahwa bursa kita ini makin baik ke depannya, dan promising, kalau enggak mustinya number of investor akan menurun kalau melihat oh bursanya ini ke depannya enggak ada prospek," ucapnya.