Cara Investasi Berdasarkan Jenis dan Tujuannya, Simak Selengkapnya

Berliana Indah Pratiwi
Cara investasi berdasarkan jenis dan tujuannya dibedakan menjadi tiga kategori utama yakni jangka panjang, menengah, dan jangka pendek. (Foto: Ilustrasi/Pixabay)

Berikut cara berinvestasi:

1. Perhatikan Kesehatan Finansial yang Baik

Kesehatan finansial harus diperhatikan termasuk mempersiapkan dana darurat yang cukup untuk mengatasi keadaan darurat, seperti biaya medis mendesak, kesulitan ekonomi, atau hilangnya pekerjaan.

Dana darurat biasanya setara dengan 3 hingga 6 bulan biaya hidup Anda. Dana ini harus ditempatkan dalam rekening tabungan yang mudah diakses.

2. Tentukan Tujuan Investasi

Setelah memiliki dasar keuangan yang kuat, tentukan tujuan investasi Anda dengan jelas, apakah bersifat jangka pendek, menengah, atau jangka panjang.

Misalnya, tujuan jangka pendek mencakup pembelian mobil baru dalam dua tahun, sedangkan tujuan jangka panjang mungkin untuk mempersiapkan masa pensiun dalam 20 tahun. Tujuan yang jelas akan membantu Anda merancang strategi investasi yang sesuai.

3. Tentukan Toleransi Risiko

Tingkat risiko akan mempengaruhi alokasi aset Anda. Jika lebih konservatif, Anda mungkin akan memilih investasi yang lebih stabil, seperti obligasi. Jika Anda bersedia mengambil risiko lebih besar, saham atau investasi berisiko lainnya mungkin lebih sesuai. 

Oleh karena itu, risiko berkaitan dengan tingkat kenyamanan dan toleransi Anda terhadap fluktuasi nilai investasi.

4. Pemahaman Tentang Risiko Sistematis dan Nonsistematis

Risiko sistematis merujuk pada risiko yang terkait dengan seluruh pasar atau sektor ekonomi, dan ini adalah risiko yang tidak dapat dihindari oleh diversifikasi karena memPengaruhi semua jenis investasi.

Contoh-contoh risiko sistematis meliputi fluktuasi pasar saham, perubahan tingkat suku bunga, perubahan kebijakan pemerintah, dan faktor-faktor ekonomi makro yang memengaruhi semua investasi di pasar.

Sementara risiko non-sistematis berkaitan dengan suatu instrumen investasi atau perusahaan tertentu. Ini adalah risiko yang dapat dihindari atau dikurangi melalui diversifikasi portofolio. Contoh-contoh risiko non-sistematis meliputi:
- Risiko bisnis (misalnya, kebangkrutan perusahaan tertentu), risiko likuiditas (ketidakmampuan untuk menjual aset dengan harga yang diinginkan).
- Risiko manajemen (kebijakan perusahaan yang buruk), dan risiko hukum (klaim hukum yang merugikan perusahaan atau investasi).

Itu tadi ulasan cara investasi berdasarkan jenis dan tujuannya yang dapat diketahui. Perlu diingat, pengetahuan yang baik dan perencanaan yang matang, dapat meningkatkan peluang kesuksesan dalam mencapai tujuan keuangan Anda melalui investasi.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
3 jam lalu

Prabowo Ajak Australia Investasi Pengolahan Tambang Nikel-Emas di RI

Keuangan
6 jam lalu

IHSG Hari Ini Dibuka Anjlok 2,51 Persen, 486 Saham Melemah

Nasional
1 hari lalu

Menperin Ungkap Nilai Investasi Sektor Otomotif Tembus Rp194,22 Triliun, Serap Hampir 100.000 Tenaga Kerja

Keuangan
2 hari lalu

IHSG Hari Ini Ditutup Naik Tipis ke 8.146, MBTO-NASI Pimpin Top Gainers

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal