Dia bahkan menyebut banyak pembeli menggunakan QRIS hanya untuk membeli satu gorengan. Nilai transaksi kecil tidak lagi menjadi hambatan dalam pembayaran digital.
“Pembeli saya rata-rata karyawan mas. Jadi mereka lebih banyak menggunakan handphone kalau belanja,” lanjutnya.
Fenomena ini juga dirasakan para pelanggan. Salah satunya Dimas, seorang pekerja kantoran di kawasan Kebon Sirih yang kini hampir tidak pernah membawa uang tunai.
Menurut dia, penggunaan QRIS membuat transaksi lebih transparan dan praktis. Pembeli juga tidak perlu menerima kembalian berupa permen seperti yang sering terjadi pada transaksi tunai.
“Lebih simple, lebih jujur. Kayaknya saya jarang banget megang uang cash sekarang. Semua pedagang di sini sudah menggunakan QRIS,” ujarnya.