Sementara itu, Analis BRI Danareksa Sekuritas mengimbau pemerintah mengantisipasi perubahan kebijakan di Amerika Serikat dapat berdampak terhadap arus modal asing di Indonesia.
Kondisi ini berlangsung seiring imbal hasil surat utang AS (US Treasury) yang masih tinggi, kendati pelaku pasar dikejutkan dengan data pekerjaan non-farm payrolls (NFP) AS yang lebih rendah.
“Meski data NFP lemah, menunjukkan penambahan lapangan kerja pada bulan Oktober hanya 12 ribu, jauh di bawah estimasi 113 ribu, yield US Treasury tetap tinggi,” terang riset tersebut.