Mastunih telah menjadi nasabah BRI sejak 2020. Menurut dia, alasan utama memilih BRI karena layanan perbankan bisa dijangkau lebih mudah melalui kapal yang rutin datang ke Pulau Panggang.
“Saya jadi nasabah dari tahun 2020, sudah lama juga sih. Sekarang lebih dekat ya, karena (Teras BRI Kapal) datang langsung, gak perlu menyeberang-menyeberang,” ujarnya.
Sebagai pedagang kecil dengan penghasilan yang tidak menentu, kemudahan akses tersebut menjadi sangat penting. Dalam sebulan, penghasilannya dari berjualan jelly keliling rata-rata sekitar Rp500.000, meski terkadang bisa lebih kecil tergantung kondisi penjualan.
Karena itu, dia berharap layanan Teras BRI Kapal Bahtera Seva I terus beroperasi untuk melayani masyarakat Kepulauan Seribu.
“Harus dilanjutkan sih,” ucapnya.
Cerita serupa datang dari Mustarini (49), warga Pulau Panggang yang akrab disapa Bu Neng. Selain mengelola usaha warung yang menjual soto ayam, sop iga dan minuman, dia juga memiliki usaha keramba ikan.