Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa setidaknya terdapat 19 jenis bakteri berbeda yang ditemukan dalam uang tunai.
Penelitian ini dilakukan Profesor Mikrobiologi Dr Paul Matewele dari Universitas London Met dengan beberapa muridnya.
Mereka mengambil 36 sampel dari uang koin maupun uang kertas yang dipilih secara acak. Setelah dianalisa selama 8 minggu, hasilnya menunjukkan bahwa dalam sampel tersebut ditemukan dua bakteri paling berbahaya, yakni Staphylococcus aureus (MRSA) dan Enterococcus faecium (VRE).
Menurut Money.co.uk, MRSA merupakan bakteri resisten yang terdaftar sebagai salah satu ancaman terbesar bagi kehidupan oleh WHO. Bakteri ini dapat menyebabkan bisul, impetigo, keracunan makanan, selulitis dan sindrom syok toksik.
Sejalan dengan MRSA,Enterococcus faecium juga masuk daftar bakteri yang berbahaya yang dapat menyebabkan infeksi pada perut, kulit, saluran kemih dan darah. Orang dengan sistem kekebalan yang rendah sangat rentan terhadap infeksi ini.
Selain itu, ditemukan juga Listeria, yakni bakteri yang biasa ditemukan pada susu non-UHT dan keju lunak.
Mengutip Scientific American, bakteri resisten antibiotik seperti methicillin-resistant S taphylococcus aureus (MRSA), yang dapat menyebabkan infeksi darah yang mengancam jiwa, dapat bertahan hidup dengan mata uang kita.
Studi lain tentang uang kertas di New York City menemukan sejumlah besar mikroba aktif, yang paling umum adalah propionibacterium acnes, bakteri yang bertanggung jawab atas jerawat.