Asumsi utama yang mendasari indikator ini adalah bahwa harga saham akan ditutup secara teratur pada titik tertinggi baru selama tren naik, dan secara teratur membuat posisi terendah baru dalam tren turun.
Adapun Aroon Indicator berfokus pada 25 periode terakhir, tetapi diskalakan ke nol dan 100. Oleh karena itu, pembacaan Aroon Up di atas 50 berarti harga membuat harga tertinggi baru dalam 12,5 periode terakhir. Angka mendekati 100 berarti tinggi terlihat baru-baru ini.
Konsep yang sama berlaku untuk Down Aroon. Ketika di atas 50, terendah disaksikan dalam periode 12,5. Angka turun mendekati 100 berarti titik terendah terlihat baru-baru ini.
Crossover dapat memberi sinyal titik masuk atau keluar. Persimpangan naik ke atas Bawah bisa menjadi sinyal untuk beli. Down crossing ke bawah Up mungkin merupakan sinyal untuk menjual.
Ketika kedua indikator berada di bawah 50 itu bisa menandakan bahwa harga sedang berkonsolidasi. Tinggi atau rendah baru tidak sedang dibuat. Trader dapat melihat breakout serta crossover Aroon berikutnya untuk memberi sinyal ke arah mana harga akan bergerak.