Adapun penurunan laba juga terjadi sepanjang 2022. Per 31 Desember tahun lalu, Multi Garam Utama membukukan laba bersih tahun berjalan Rp5,06 miliar, turun 22,57 persen yoy. Sebelumnya, Multi Garam Utama telah berhasil membalikkan rugi menjadi laba. Pada 2020 perusahaan masih rugi Rp10,56 juta.
Calon emiten selanjutnya, Lupromax Pelumas Indonesia (LMAX) bergerak di bidang usaha pelumas dan pelumas aditif, melakukan masa penawaran awal pada tanggal 21 Juli 2023 hingga 24 Juli 2023 dan masa penawaran umum perdana saham pada tanggal 2 Agustus 2023 hingga 7 Agustus 2023. LMAX akan menawarkan 195.000.000 lembar saham dengan harga Rp160-Rp200 per lembarnya.
Dikutip dari informasi perusahaan, penjualan perseroan untuk periode 1 bulan yang berakhir pada tanggal 31 Januari 2023 adalah sebesar Rp3,99 miliar atau mengalami peningkatan sebesar Rp2,12 miliar atau sebesar 113,42 persen dari penjualan perseroan untuk periode 1 bulan yang berakhir pada tanggal 31 Januari 2022 sebesar Rp1,87 miliar.
Peningkatan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya penjualan produk oli pelumas Perseroan yang terdiri dari Pelumas Mobil, Pelumas Sepeda Motor, Pelumas Mesin Diesel, Pelumas Industri, Pelumas Transmisi, dan Pelumas Additives.
Sementara itu, laba bersih periode berjalan untuk periode 1 bulan yang berakhir pada tanggal 31 Januari 2023 sebesar Rp155,8 juta atau mengalami peningkatan sebesar Rp51,27 juta atau sebesar 49,03 persen dari laba bersih periode tahun berjalan untuk periode satu bulan yang berakhir pada tanggal 31 Januari 2022 sebesar Rp104,5 juta. Hal ini seiring dengan peningkatan penjualan dan efisiensi terhadap biaya yang dilakukan Perseroan.