Wow, Produsen Alat Musik Indonesia Raih Transaksi Rp31,7 Triliun di The NAMM Show AS

Advenia Elisabeth
Ilustrasi gitar. (Foto: Istimewa)

“Sudah saatnya Indonesia hadir percaya diri dengan merek sendiri karena selama ini Indonesia hanya memproduksi bagi merek besar dunia. Hal ini menjadi penting sebagai tolak ukur bagi perkembangan industri alat musik tanah air,” ujar Kepala ITPC Los Angeles, Bayu Nugroho, Sabtu (11/6/2022).

Bayu menjelaskan, produk alat musik dan pengeras suara asal Indonesia juga mendapatkan preferensi tarif khusus untuk masuk ke pasar AS melalui skema generalized system of preference (GSP). 

“Dengan GSP, alat musik Indonesia mendapatkan keuntungan kompetitif yaitu keringanan/tanpa bea masuk untuk memasuki pasar AS dibandingkan produk serupa dari negara lain,” ungkap Bayu.

Selain itu, lanjutnya, berkembangnya industri musik dunia sangat berdampak juga terhadap tingginya permintaan alat musik sebagai sarana penunjang para musisi untuk berkreasi. 

Berdasarkan data dari Global Trade Atlas, pada 2021, Indonesia merupakan pemasok alat musik terbesar kedua di AS setelah Tiongkok dengan pangsa pasar sebesar 12,48 persen atau sebesar  192 juta dolar AS.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Nasional
11 hari lalu

Transaksi Kini Bisa Pakai QRIS di China, Gubernur BI: Cukup Gunakan Ponsel

Keuangan
16 hari lalu

IHSG Sepekan Melemah 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menyusut Jadi Rp12.736 Triliun

Keuangan
2 bulan lalu

Jumlah Investor Pasar Modal RI Tembus 23,46 Juta, BEI Ungkap Pendorongnya

Bisnis
2 bulan lalu

Kinerja Transaction Banking BRI Impresif, Dorong Penguatan Dana Murah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal