Anna menyebut bahwa dirinya memulai usaha kedai kopi dengan modal sebesar 6.000 Peso Filipina atau setara Rp1,67 juta. Sebagai pecinta kopi, dia mencoba dan menguji resepnya sendiri.
“Semuanya sangat tidak pasti pada masa itu. Saya pribadi merasakan ketidakpastian itu. Jadi, saya menggunakan ketidakpastian itu sebagai motivasi untuk sesuatu atau membuat sesuatu yang akan menangkap saya jika sesuatu terjadi pada karir saya,” ucapnya.
Anna mengaku awalnya sulit mendapatkan pelanggan, karena pelanggan pertamanya hanyalah teman dan keluarga. Bahkan, dia juga harus menghentikan operasinya ketika dia dites positif Covid-19.
Terlepas dari itu semua, Anna tidak menyerah. Setelah sebulan memulihkan diri, dia menyewa tempat di dekat kondominiumnya untuk membuka tokonya. Anna menjadi kreatif dalam pemasaran dan promonya.
Ketika bisnisnya sudah mendapatkan perhatian, banyak yang mulai ingin menjadi mitra kedai kopinya. Teman-temannya datang untuk menjadi salah satu pemilik cabang, dan Anna segera memulai waralaba bisnis kopinya.
Anna membantu membuka cabang ke-15 But First, Coffee Desember 2021 lalu. Dari 15 cabang tersebut, tiga di antaranya dimiliki oleh Anna sedangkan sisanya adalah franchise.