Wall Street Ditutup Anjlok Akibat Data Inflasi AS

Ikhsan Permana SP
Ilustrasi Bursa Wall Street>

Menyusul laporan inflasi, imbal hasil US Treasury dua tahun, yang sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga, melonjak ke level 3,05 persen, tertinggi sejak Juni 2008. Yield US Treasury 10 tahun yang menjadi benchmark mencapai 3,178 persen, tertinggi sejak 9 Mei.

Jason Pride, kepala investasi wealth management di Glenmede mengatakan Saham telah bergejolak tahun ini, dan penjualan baru-baru ini sebagian besar terkait dengan kekhawatiran atas inflasi, kenaikan suku bunga dan kemungkinan resesi.

"Laporan ini harus menghilangkan kepura-puraan bahwa jeda kenaikan suku bunga kemungkinan akan tepat pada akhir musim panas, karena The Fed jelas masih berada di belakang untuk mengendalikan inflasi," kata Jason seperti dikutip Reuters.

Laporan inflasi diterbitkan menjelang kenaikan suku bunga 50 basis poin kedua yang diantisipasi dari The Fed pada hari Rabu. Kenaikan 0,5 persen lebih lanjut diperhitungkan untuk bulan Juli, dengan peluang kuat untuk pergerakan serupa di bulan September.

Satu kekhawatiran adalah bahwa dorongan agresif yang lebih tinggi pada suku bunga oleh The Fed dapat mengirim ekonomi ke dalam resesi.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Melemah ke Rp17.794 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

57 tahun lalu

Breaking News: BI Kembali Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75 Persen

57 tahun lalu

Mendagri Pantau Dampak Kenaikan Harga Pertamax terhadap Inflasi

57 tahun lalu

Purbaya soal Kenaikan Harga Pertamax jadi Rp16.250: Dampak ke Inflasi Relatif Minim

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal