Son menuturkan, pihaknya akan melangkah lebih jauh, seperti membatasi dana kedua hanya untuk mengelola portofolio investasinya saat ini, sambil merencanakan pengurangan tenaga kerja di Vision Fund dan pengurangan biaya di seluruh grup.
"Kita perlu memotong biaya," kata dia.
Son telah mengalami serangkaian pembalikan profil tinggi setelah taruhan besar oleh Vision Fund di perusahaan rintisan tahap akhir seperti perusahaan berbagi kantor WeWork memburuk, yang mendorongnya untuk memperketat kontrol investasi dengan dana kedua.
Namun, Son mengatakan Vision Fund 2, yang telah mengambil saham lebih kecil di sejumlah besar perusahaan, telah berinvestasi dengan harga yang berbusa.
"Kami berada dalam semacam gelembung dalam penilaian," ucapnya.
Portofolio Vision Fund 2 dari 269 perusahaan, yang menelan biaya 48,2 miliar dolar AS untuk akuisisi pada akhir Juni hanya bernilai 37,2 miliar dolar AS.
"Jika kami lebih selektif dan berinvestasi lebih baik, kami tidak akan menerima pukulan berat ini," ucap Son.